Mudik Gratis Jateng 2026 Dibuka! 346 Bus dan 17 Rangkaian Kereta Siap Angkut Ribuan Perantau dari Jakarta dan Bandung

  • Inung R Sulistyo
  • Selasa, 10 Maret 2026 | 15:19 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo

RIWARA.ID, Jaawa Tengah – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menghadirkan program mudik gratis bagi warga perantauan yang ingin pulang kampung menjelang Idulfitri 2026. Program ini disiapkan untuk memfasilitasi ribuan warga Jawa Tengah yang bekerja di kota besar seperti Jakarta dan Bandung agar dapat kembali ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.

Tahun ini, Pemprov Jateng menyiapkan 346 armada bus serta 17 rangkaian kereta api untuk mengangkut ribuan pemudik menuju berbagai daerah di Jawa Tengah.

Program mudik gratis tersebut akan dilaksanakan pada 16 dan 17 Maret 2026, dengan titik keberangkatan utama dari Jakarta dan Bandung.

346 Bus Disiapkan dari Jakarta dan Bandung

Berdasarkan data dari Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, total 346 bus disiapkan untuk program mudik gratis yang akan diberangkatkan pada 16 Maret 2026.

Rinciannya meliputi:

323 bus dengan kapasitas 16.086 kursi diberangkatkan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

23 bus dengan kapasitas 1.133 kursi diberangkatkan dari Bandung.

Dengan kapasitas tersebut, puluhan ribu warga perantauan dapat menikmati fasilitas mudik gratis yang disediakan pemerintah daerah.

Mudik Gratis Naik Kereta Api

Selain bus, Pemprov Jawa Tengah juga menyediakan fasilitas mudik gratis menggunakan moda transportasi kereta api yang akan diberangkatkan pada 17 Maret 2026.

Total tersedia 17 rangkaian kereta api dengan kapasitas 1.288 kursi.

Adapun pembagiannya sebagai berikut:

1. Rute Jakarta – Solo

8 rangkaian kereta dengan 576 kursi menggunakan KA Jaka Tingkir

1 rangkaian kereta tambahan dengan 72 kursi

Keberangkatan dilakukan dari Stasiun Pasar Senen Jakarta menuju Stasiun Solo Balapan.

2. Rute Jakarta – Semarang

8 rangkaian kereta dengan 640 kursi menggunakan KA Tawang Jaya

Kereta diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen Jakarta menuju Stasiun Poncol Semarang.

Program ini diharapkan menjadi alternatif transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.

Kepala Daerah Diminta Menjemput Pemudik

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta para bupati dan wali kota di daerah tujuan untuk ikut menyambut dan menjemput para pemudik yang tiba di kampung halaman.

Menurutnya, para perantau tersebut merupakan bagian penting dari masyarakat Jawa Tengah yang bekerja keras di kota besar.

“Bupati dan wali kota saya minta ikut jemput ke sana, dan menyapa masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman. Mereka adalah duta kita di perantauan, dan kebanyakan adalah pekerja informal,” ujar Luthfi saat rapat lintas sektoral kesiapan arus mudik dan perayaan Idulfitri di Grhadika Bhakti Praja, Senin (9/3/2026).

Balik Rantau Gratis Disiapkan< /p>

Tak hanya program mudik, Pemprov Jateng juga menyiapkan program balik rantau gratis bagi masyarakat yang akan kembali bekerja di kota setelah Lebaran.

Untuk moda kereta api, program balik rantau akan dilakukan pada 27 Maret 2026 dari Stasiun Tawang Semarang.

Sebanyak 4 rangkaian kereta api dengan kapasitas 320 kursi disiapkan untuk mengangkut para perantau kembali ke Jakarta.

71 Bus untuk Balik Rantau

Selain kereta api, fasilitas balik rantau juga disediakan menggunakan bus pada 28 Maret 2026.

Pemberangkatan akan dilakukan dari tiga titik utama, yaitu:

Asrama Haji Donohudan – Boyolali

Terminal Mangkang – Semarang

Terminal Bulupitu – Banyumas

Selain itu, terdapat pula pemberangkatan mandiri dari Kabupaten Magelang, Blora, dan Kendal.

Secara keseluruhan, Pemprov Jateng menyiapkan 71 bus dengan kapasitas 3.550 kursi untuk program balik rantau tersebut.

“Kita berikan layanan terbaik bagi masyarakat kita, ini wujud pengabdian kita,” kata Luthfi.

Kurangi Kemacetan dan Kecelakaan

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arief Djatmiko menjelaskan bahwa program mudik gratis memiliki tujuan strategis untuk mengurangi kemacetan dan angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran.< /p>

Menurutnya, selama ini banyak pemudik yang memilih menggunakan sepeda motor untuk pulang kampung, meski jaraknya cukup jauh dan berisiko tinggi.

Dengan adanya program mudik gratis, masyarakat diharapkan beralih ke moda transportasi massal yang lebih aman.

“Mudik gratis dari Pemprov Jateng ini kita upayakan diintegrasikan dengan kementerian dan pihak swasta, agar tidak ada pendaftar dobel sehingga bus yang disediakan tidak ada yang kosong,” jelas Arief.

Program Favorit Perantau

Program mudik gratis Pemprov Jawa Tengah selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu program yang paling dinantikan oleh warga perantauan.

Selain membantu mengurangi biaya perjalanan menjelang Lebaran, program ini juga memberikan rasa aman karena menggunakan moda transportasi resmi yang telah melalui pemeriksaan kelayakan.

Dengan ribuan kursi yang disediakan tahun ini, pemerintah berharap semakin banyak warga Jawa Tengah yang dapat pulang kampung dengan nyaman sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur mudik.*

 

 

Pemprov Jawa Tengah membuka program mudik gratis 2026 dari Jakarta dan Bandung dengan 346 bus dan 17 rangkaian kereta api. Ribuan perantau difasilitasi pulang kampung menjelang Idulfitri.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News